Urgensi Pendidikan Karakter Islam
Situasi sosial dan kultural masyarakat kita akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan. Ada berbagai peristiwa yang merendahkan harkat dan martabat manusia dalam dunia Pendidikan. Hancurnya nilai-nilai moral, merebaknya ketidakadilan , tipisnya solidaritas dan lainnya banyak terjadi dalam Pendidikan kita. Hal ini menjadi kewajiban kita untuk mempertanyakan sejauh mana Lembaga Pendidikan kita mampu menjawab daan tanggap atas berbagai persoalan dalam masyarakat kita.
Ada banyak pendapat mengapa Pendidikan kita sepertinya “kedodoran” dalam menjawab persoalan dalam masyarakatkita. Dari segi tradisi Pendidikan, dibandingkan dengan negara-negara maju kita masih muda sekali. Negara kita membuat program Pendidikan nasional ini baru di pertengahan abad ke- 20. Baru sejak orde lama dan orde baru Pendidikan kita memiliki sistem Pendidikan nasional yang terpogram dan terencana.
Pada masa setelah reformasi kurikulum kita sering bongkar pasang dari kurikulum Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), Kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK) dan kurikulum Satuan Tinkat Pendidikan(KTSP) dan setiap pergantian Menteri ganti pula kurikulumnya. Ini yang menjadi salah satu kendala dalam dunia Pendidikan untuk menyemai perbaikan-perbaikan pada sistem Pendidikan yang berjalan dilapangan tentunya pihak sekolah.
Sekolah telah lama dianggap sebagai sebuah Lembaga sosial yang memiliki fokus terutama pada pengembangan Spiritual, intelektual dan moral bagi siswanya. Hendaknya sekolah juga tidak terpisahkan dari masyarakat( wali siswa) dalam pengembangan karakter di tingkat sekolah.
Pendidikan karakter menjadi semakin mendesak diterapkan dalam Lembaga Pendidikan kita mengingat perilaku non-edukatuf kini telah merambah dibanyak Lembaga, seperti fenomena kekerasan, bullying pelecehan seksual dan lain-lain. Tanpa Pendidikan karakter kita membiarkan campur aduknya kejernihan pemahaman akan nilai-nilai spiritualitas dan moralitas. Pendidikan karakter menjadi sebuah jalan keluar bagi proses perbaikan dalam masyarakat kita melalui Pendidikan
Para siswa mendapat keuntungan dengan memperoleh perilaku dan kebiasaan positive yang mampu meningkatkan rasa percaya diri dan lebih Bahagia dan produktif. Tugas guru relative menjadi lebih ringan jika memiliki siswa-siswi yang disiplin belajar. Orangtua bergermbira Ketika anak-anaknya rajin belajar, sopan dan memiliki rasa hormat.
