KONSEP PENDIDIKAN TAUHID seri 4
Kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan dilaksanakan secara intergral atau terpadu yaitu dengan menggabungkan pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan teknologi yang bersifat Islamiah, ilmiah dan alamiah. Islamiah artinya bahwa pembelajaran yang dilaksanakan
berdasarkan al Qur’an dan as Sunnah sesuai tahap perkembangan anak pada 6 aspek pengembangan anak usia dini (Nilai agama dan moral, bahasa,kognitif, fisik motorik, seni dan sosial emosional). Menurut Kurnia dalam (Lia & Khotimah, 2020)
pembelajaran integratif merupakan pembelajaran yang arahnya ditujukan pada prinsip kurikulum yang mencakup semua aspek perkembangan peserta didik baik dalam intelektual, moral, dan spiritualnya secara
menyeluruh dan tidak terpisahkan. Di dalam pendidikan berbasis tauhid setiap tema pembelajaran selalu dikaitkan dengan dalil aqli atau dalil naqli yang mendukung sehingga anak mengetahui dengan jelas apa yang ia pelajari tak lepas dari hukum dan ilmu Allah SWT. Misalkan seperti
tema diri sendiri, maka ayat yang mendukung adalah ayat tentang Penciptaan manusia (Q.S. al Alaq:1-2).
Dengan demikian maka kurikulum integral berbasis tauhid ini adalah seperangkat perencanaan belajar mengajar PAUD yang berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah, yang terintegrasi dalam tiga komponen materi pendidikan utama yang sekaligus menjadi karakteristik khas, yaitu; (1) Ilmu pengetauan Islam, (2) Ilmu pengetahuan umum (3) Ilmu etrampilan yang disampaikan sesuai dengan kemampuan dan kematangan anak.
Anak adalah seorang peneliti yang ulung. Rasa ingin tahunya yang sangat besar memotivasi anak untuk mengetahui segala sesuatu yang ia temui, oleh karena itu kita harus memberikan stimulasi yang tepat dan membiasakan anak agar mampu bersikap ilmiah.
Nilai karakter ilmiah yang perlu dikembangkan antara lain: jujur, objektif, berpikir kritis, terbuka, disipiln, tekun, rendah hati dan menghargai orang lain. Dengan bersikap ilmiah kita dapat membentuk karakter spiritual anak sejak dini. Sedang pembelajaran yang bersifat alamiah maksudnya bahwa pembelajaran yang dilakukan mengajak anak-anak kembali ke alam. Seperti yang kita ketahui bahwa anak dilahirkan ke dunia ini dari rahim ibu dalam kondisi fitrah, oleh sebab itu pendidikan integral yang bersifat alamiah sangat tepat bagi perkembangan anak usia
dini. Menurut (Khairi, 2018) fitrah merupakan segala tingkah laku dan bentuk aktivitas yang dilakukan oleh seorang anak. Sedangkan menurut (Billah, 2016) fitrah dapat juga diartikan sebagai kemampuan dasar yang dimiliki oleh anak.
Model pembelajaran yang sesuai dengan fitrah anak adalah model sentra, karena model ini banyak melakukan kegiatan pembelajaran melalui pendekatan lingkungan alam semesta sehingga dapat mudah mengenalkan secara langsung siapa Pencipta alam ini yaitu Allah SWT
kepada anak. Melalui kegiatan sentra potensi dasar yang dimiliki anak juga dapat dikembangkan secara optimal. Ada beberapa sentra yang disediakan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di TK Yaa Bunayya Kota Pekalongan, yaitu sentra balok, sentra persiapan, sentra kreasi, sentra main peran, sentra imtaq (ibadah) dan sentra eksplorasi alam. Model pembelajaran sentra memberikan pembelajaran terpadu dimana anak dapat memahami konsep secara utuh sehingga pemahaman pengetahuan yang meluas dan mendalam dapat dimiliki oleh anak (Lia & Khotimah, 2020)
Kurikulum integral berbasis tauhid yang bersifat Islamiah, ilmiah dan alamiah ini dapat membentuk karakter spiritual anak yang berkepribadian Islami, mampu mencintai dan menteladani Rosulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, memiliki mental spiritual yang kokoh, berani, mandiri, peduli dengan sesama, menghargai orang lain, menguasai agama, ilmu pegetahuan, profesional dan terampil.
